Kemenag Bondowoso Mantapkan Gerakan Wakaf Uang, KUA Sumberwringin Siap Jadi Penggerak Ekonomi Umat

BONDOWOSO, KUA Sumberwringin — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung Gerakan Wakaf Uang melalui keikutsertaan pada Breakfast Meeting yang digelar Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Selasa pagi (9/12/2025).

Pertemuan yang berlangsung secara virtual melalui Zoom Meeting ini diikuti seluruh jajaran Kemenag Bondowoso dari Aula Kantor Kemenag setempat.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kemenag Bondowoso, Dr. H. Moh. Ali Masyhur, S.Ag., M.HI., beserta Kasubbag TU, para Kepala Seksi, Penyelenggara Zakat Wakaf, seluruh Kepala KUA se-Kabupaten Bondowoso, pimpinan satuan kerja MAN/MTsN/MIN, serta para Pengawas dan Penyuluh Agama Islam Fungsional.

Dalam arahannya, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, DR. H. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I, menekankan bahwa Gerakan Wakaf Uang merupakan langkah strategis dalam penguatan ekonomi umat.

“Gerakan Wakaf Uang bukan sekadar program, tetapi bagian dari tanggung jawab moral dan sosial kita untuk menghadirkan kemakmuran bersama,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Launching Gerakan Wakaf Uang akan dilaksanakan pada Jumat, 12 Desember 2025 di Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur. Seluruh jajaran Kemenag diminta memberikan dukungan penuh agar gerakan ini dapat berjalan masif, sistematis, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Dr. H. Moh. Ali Masyhur, S.Ag., M.HI., Kepala Kantor Kemenag Bondowoso menyampaikan kesiapan penuh seluruh jajaran dalam memperkuat gerakan nasional tersebut.

“Kemenag Bondowoso berkomitmen mendorong tumbuhnya budaya berwakaf yang modern, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat melalui kolaborasi dengan ASN, lembaga pendidikan, Majelis Taklim, serta masyarakat luas,” jelasnya.

Secara terpisah, Kepala KUA Kecamatan Sumberwringin, Toni, S.H.I., memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Kemenag dalam memperkuat Gerakan Wakaf Uang. Ia menilai program ini bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang sangat signifikan bila dijalankan secara profesional.

“Gerakan Wakaf Uang adalah peluang besar bagi umat untuk berkontribusi pada pembangunan jangka panjang. Jika dikelola secara amanah dan produktif, wakaf uang dapat menjadi motor transformasi ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Toni juga menegaskan bahwa KUA Sumberwringin siap mengawal gerakan ini hingga ke tingkat desa dan majelis taklim yang ada di Kecamatan Sumberwringin..

“Kami di KUA Sumberwringin akan mendorong para penyuluh agama, tokoh agama, Majelis Taklim, dan masyarakat untuk berperan aktif. Wakaf uang harus menjadi gerakan bersama yang menghadirkan manfaat nyata, bukan hanya simbolik,” tambahnya.

Ia berharap gerakan ini dapat memperkuat kemandirian ekonomi umat, membantu program-program sosial kemasyarakatan, serta melahirkan budaya filantropi yang berkelanjutan.

Gerakan Wakaf Uang menjadi harapan baru bagi penguatan ekonomi berbasis umat serta pembangunan peradaban yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

Pewarta: Tim KUA Sumberwringin