BONDOWOSO, KUA Sumberwringin – Keluarga besar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, menggelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di aula sekolah, Kamis (22/01/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sumberwringin, Toni, S.HI, sebagai narasumber.
Peringatan Isra’ Mi’raj ini juga diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI, dewan guru SMKN 1 Sumberwringin, Penyuluh Agama, penghulu dan staf KUA Kecamatan Sumberwringin, serta mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember.

Acara diawali dengan pembacaan tawassul dan tahlil yang dipimpin oleh Abduh, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala SMKN 1 Sumberwringin, Nuryakuti, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, ia mengajak para siswa untuk menyimak dengan saksama materi yang akan disampaikan oleh narasumber.
“Anak-anakku sekalian, mohon nanti diperhatikan dan didengarkan dengan seksama apa yang akan disampaikan oleh ustaz, mengingat peristiwa Isra’ Mi’raj ini merupakan peristiwa yang luar biasa,” ujar Nuryakuti.
Ia juga menekankan dua momentum penting dalam peristiwa Isra’ Mi’raj serta harapan setelah peringatan tersebut dilaksanakan.
“Isra’, yaitu perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Kemudian Mi’raj, yakni perjalanan Nabi dari bumi menuju langit untuk menerima perintah langsung dari Allah SWT, yaitu sholat. Seiring perkembangan zaman, masih banyak anak-anak yang lalai dalam melaksanakan sholat, padahal sholat merupakan amalan yang pertama kali dihisab. Semoga setelah kegiatan ini, semangat, kedisiplinan, dan kesadaran dalam melaksanakan sholat semakin meningkat,” jelasnya.

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan pembacaan sholawat qiyam yang dipimpin oleh grup hadrah SMKN 1 Sumberwringin. Selanjutnya, kegiatan diisi dengan mauidhah hasanah yang disampaikan oleh Toni, S.HI. Ia mengawali materinya dengan memaparkan latar belakang sejarah terjadinya peristiwa Isra’ Mi’raj.
“Sebelum peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi, Nabi Muhammad SAW berada dalam masa penuh kesedihan karena ditinggal dua sosok penting dalam hidup beliau, yaitu istri tercinta Khadijah dan paman sekaligus pelindung beliau, Abu Thalib,” jelas Toni.
Menurutnya, esensi dari peringatan Isra’ Mi’raj bukan terletak pada perayaannya, melainkan pada upaya memaknai dan mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
“Yang perlu kita ambil dari peristiwa Isra’ Mi’raj ini bukan sekadar perayaannya, tetapi bagaimana menjadikannya sebagai kesadaran penuh untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Toni menjelaskan pentingnya sholat beserta keutamaannya, serta memberikan motivasi kepada para pelajar agar tetap disiplin dalam beribadah dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Ia menutup tausiyahnya dengan mengajak para siswa untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin.
“Manfaatkan kesempatan yang kalian miliki saat ini, karena setiap orang ada masanya, dan setiap masa ada orangnya,” tutupnya.
Pewarta: TIM KUA Sumberwringin
