KUA Sumberwringin Manfaatkan MPLS untuk Edukasi Remaja, Praktik Rashdul Kiblat, dan Penguatan Kerukunan

BONDOWOSO – KUA Kecamatan Sumberwringin melaksanakan program jemput bola melalui kegiatan Remaja Sehat dan Remaja Qeren Qur’ani (RQQ) yang terintegrasi dengan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) pada momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, Senin (13/7/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan membekali peserta didik baru dengan pemahaman keagamaan, pembinaan karakter, serta penguatan nilai-nilai moderasi beragama sejak memasuki lingkungan sekolah.

Selain pembinaan remaja, KUA Sumberwringin juga menyelenggarakan Sosialisasi Teknis Gerakan Indonesia Berkiblat yang diikuti dewan guru dan siswa. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya akurasi arah kiblat melalui praktik Rashdul Kiblat, yaitu metode penentuan arah kiblat dengan memanfaatkan posisi Matahari saat berada tepat di atas Ka’bah.

Pada kesempatan yang sama, KUA turut memberikan sosialisasi Early Warning System (EWS) SI-RUKUN kepada dewan guru sebagai upaya membangun sistem deteksi dini terhadap potensi konflik sosial yang berdimensi keagamaan serta memperkuat budaya kerukunan di lingkungan masyarakat.

Kepala SMK Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Mohammad Alimus Syahid, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai memberikan manfaat besar, baik dari sisi pendidikan maupun pembinaan spiritual.

“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada KUA Kecamatan Sumberwringin atas terselenggaranya sosialisasi BRUS, EWS SI-RUKUN, dan praktik Rashdul Kiblat. Kegiatan ini memberikan manfaat ganda bagi sekolah, baik dari aspek edukasi maupun spiritual,” ujarnya.

Ia menambahkan, praktik Rashdul Kiblat menjadi pengalaman belajar yang berharga bagi siswa karena mereka dapat menyaksikan secara langsung penerapan ilmu astronomi dalam penyempurnaan ibadah umat Islam.

“Momentum Rashdul Kiblat ini juga kami manfaatkan untuk mengukur kembali dan memastikan akurasi arah kiblat mushala sekolah. Dengan demikian, seluruh warga sekolah dapat melaksanakan ibadah dengan lebih yakin, tenang, dan khusyuk,” katanya.

Pihak sekolah berharap sinergi antara SMK Salafiyah Syafi’iyah dan KUA Kecamatan Sumberwringin dapat terus berlanjut melalui berbagai program edukasi keagamaan yang aplikatif bagi generasi muda.

Sementara itu, Guru SMK Salafiyah Syafi’iyah, Fitrianingsih, menilai praktik Rashdul Kiblat menjadi media pembelajaran kontekstual yang efektif karena siswa dapat memadukan teori dengan praktik secara langsung.

“Kegiatan ini sangat membantu proses pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga membuktikan secara langsung bagaimana pergerakan Matahari dapat digunakan untuk menentukan arah kiblat secara presisi,” ungkapnya.

Menurutnya, antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti setiap tahapan pengukuran menggunakan peralatan sederhana, sehingga diharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin sebagai sarana memperluas wawasan keagamaan praktis.

Salah seorang siswa mengaku memperoleh pengalaman baru melalui praktik tersebut.

“Ini pengalaman yang sangat seru karena pertama kalinya kami mempraktikkan cara mengukur arah kiblat menggunakan bayangan Matahari. Ternyata metodenya sederhana, tetapi hasilnya sangat akurat. Kami jadi memahami bahwa ilmu astronomi sangat dekat dengan pelaksanaan ibadah sehari-hari,” tuturnya.

Kepala KUA Kecamatan Sumberwringin, Toni, S.H.I., menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah atas sinergi yang telah terjalin sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Sekolah, para guru, dan seluruh siswa SMK Salafiyah Syafi’iyah atas kerja sama yang sangat baik. Antusiasme seluruh peserta menjadi bukti bahwa pembinaan keagamaan di lingkungan sekolah mendapat sambutan positif,” katanya.

Ia juga menyampaikan, KUA Kecamatan Sumberwringin berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program pembinaan keagamaan di sekolah.

“Kami selalu terbuka untuk bersinergi dalam program pembinaan remaja, Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), edukasi pranikah bagi remaja usia sekolah, penguatan moderasi beragama, maupun kegiatan keagamaan lainnya. Harapannya, kolaborasi ini dapat terus berlanjut dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, religius, moderat, dan berwawasan kebangsaan,” tutupnya

Penulis: Ali Wafi