
BONDOWOSO, KUA Sumberwringin – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sumberwringin menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri bagi calon pengantin (catin) sebagai upaya membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah (SAMAWA), berlangsung di KUA Kecamatan Sumberwringin. Rabu (19/11/2025).
Acara ini diikuti oleh 17 pasang calon pengantin, serta menghadirkan Bidan Puskesmas Sumberwringin, Rosa Kristanti, S.Keb., Bdn., sebagai narasumber, Kepala KUA Sumberwringin, Toni, S.HI, dan Seluruh pegawai KUA juga turut hadir mendukung jalannya kegiatan.
Dalam sambutannya, Toni, S.HI menjelaskan, program bimbingan perkawinan (Bimwin) bagi catin ini dilaksanakan secara mandiri oleh Kantor Urusan Agama (KUA) bekerja sama dengan Puskesmas dan penyuluh agama Kecamatan Sumberwringin. Program ini bertujuan memberikan bekal pengetahuan bagi calon pengantin dalam menghadapi kehidupan berumah tangga.
“Bimwin ini dilaksanakan bukan hanya sekedar formalitas saja, tapi sebagai wujud kami untuk membekali catin dalam menghadapi kehidupan berumah tangga. Kami juga mendapat amanah untuk menyampaikan materi untuk membekali catin sehingga nantinya bisa beradaptasi dan menjadi modal dalam membangun rumah tangga yang samawa.

Ia juga menekankan pentingnya peran aktif pasangan suami istri sebagai pelaku utama dalam rumah tangga.
“Kalian adalah pelaku, bukan penonton. Masa depan rumah tangga ditentukan oleh kalian sendiri. Termasuk urusan kesehatan, harus ada kerja sama antara ayah dan ibu agar tercipta generasi yang sehat,” tambahnya.
Sementara itu, dalam penyampaiannya, Bidan Rosa Kristanti menekankan pentingnya menjaga kesehatan sebagai fondasi kebahagiaan keluarga.
“Menjaga kesehatan memang tidak mudah, namun lebih baik sulit di awal dan berakhir dengan kebahagiaan. Untuk menghasilkan keturunan sehat, calon ayah dan ibu harus sehat terlebih dahulu. Jika menginginkan bayi yang sehat maka kehamilan harus diinginkan, direncanakan, dijaga kesehatan dan perkembangannya.” jelasnya
Ia juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan calon pengantin, serta mengimbau agar tidak hanya mengandalkan informasi dari media sosial yang belum tentu valid.
“Puskesmas melakukan tes kesehatan tiga bulan sebelum pernikahan. Jangan malu untuk memeriksakan diri. Informasi kesehatan sebaiknya dikonsultasikan langsung kepada tenaga kesehatan baik kepada bidan atau dokter agar kebenarannya terjamin,” tegasnya.

Selain materi kesehatan dan kesehatan reproduksi dari Puskesmas, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai dinamika perkawinan, manajemen keuangan, dan pembentukan generasi berkualitas yang disampaikan oleh Kepala KUA.
Di akhir kegiatan, Toni menyampaikan harapannya agar seluruh peserta mampu menerapkan ilmu yang didapat untuk membangun keluarga yang harmonis.
“Alhamdulillah peserta catin dantang dengan penuh semangat dan pulang nanti membawa ilmu yang bermanfaat. Semoga harapan semua catin untuk membangun rumah tangga yang sehat dan samawa bisa tercapai.” harapnya
Pewarta: Ali Wafi